words, love, and memories :)

-- Milik Nabilah, Unpad 2010, follow me @nabilaysf

Parameter Kebermanfaatan

Bahwa parameter kebermanfaatan sebuah urusan itu hanya satu, apakah kesibukannya akan menambah kedekatan kita dengan Allah atau tidak. Amanah segede apapun: ketua BEM, ketua komunitas, ketua acara, ketua SKI, asisten praktikum, sarjana, aktivis, apapun itu, kalau dengan kesibukan itu antum justru semakin jauh dari Allah, maka nonsense, semua urusan itu ga bermanfaat buat antum.
Jiwa yang sibuk lebih mudah kering. Jiwa yang sibuk lebih mudah melupakan kaidah: bahwa harus ada ilmu sebelum beramal. Antum evaluasi deh, berapa yang antum alokasikan buat rapat dibanding dengan waktu yang antum luangin buat ikut kajian dan baca buku, apalagi baca Quran?
Semoga setiap kesibukan bisa bernilai ibadah.

Disadur dari tulisan sdr. Fajar Sofyantoro

— Saya ambil tanpa izin dari status facebook Nanda Najih Habibil Afif

3 bulan bersama

21 April 2014, 3 bulan sudah kita lewati perjalanan ini. Melewati titik lemah hingga kita yang dulu telah kembali. Kita yang periang kembali. Kita yang tak pernah berhenti tersenyum kembali. Kita yang tak pernah lelah melakukan perjalanan kembali. Ah, selamat! Kita kembail! Walaupun kita tau, takkan mudah mencapai garis akhir jalan ini. Bosan jelas tak pernah lelah datang berkunjung. Tenanglah, lalu ucapkan kalimat ini dengan penuh rasa syukur, Allah.. terima kasih untuk pelajaran hari ini, terima kasih telah ajarkan kami arti sebuah kesabaran, kekuatan, dan kepercayaan. Allah.., kami telah lama menjadi kuat. Allah.., maka izinkan kami lanjutkan perjalanan.

— Untuk kita yang sedang melakukan perjalanan, tenanglah, September akan datang begitu cepat :)

HINGGA UJUNG WAKTU

Serapuh kelopak sang mawar,
yang disapa badai, berselimutkan gontai
Saat aku, menahan sendiri,
diterpa, dan luka oleh senja

Semegah sang mawar dijaga,
matahari pagi, bermahkotakan embun
Saat engkau, ada disini,
dan pekat, pun berakhir sudah

Akhirnya aku menemukanmu,
saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu

Setenang hamparan samudera,
dan tuan burung camar,
takkan henti bernyanyi
Saat aku, berkhayal denganmu,
dan janji, pun terukir sudah

Jika kau menjadi istriku nanti,
pahami aku, saat menangis
Saat kau menjadi istriku nanti,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu

Cuma kau menjadi istriku nanti,
pahami aku, saat menangis
Saat kau menjadi istriku nanti,
jangan, pernah berhenti, memilikiku
Hingga ujung waktu

— Liriknya super :)

  • Track: Hingga Ujung Waktu
  • Artist: Sheila On 7
  • Album: 07 Des
  • Plays: 8
Reblogged from pixelmint  90,129 notes
psychmajorpizzamaker:

fight-0ff-yourdem0ns:

optimus-primette:

stunningpicture:

He designed this special shoes, shared between him and his paralyzed daughter just to make her feel the sensation of walking.

WEEP DAFEELS PENETRATE ME

Oh my goodness

This is probably so good for her body, too! Imagine her muscles getting moved in ways they don’t normally and she is upright and hopefully not having any pressure spots! This is lovely in so many ways!

sweet :’)

psychmajorpizzamaker:

fight-0ff-yourdem0ns:

optimus-primette:

stunningpicture:

He designed this special shoes, shared between him and his paralyzed daughter just to make her feel the sensation of walking.

WEEP DAFEELS PENETRATE ME

Oh my goodness

This is probably so good for her body, too! Imagine her muscles getting moved in ways they don’t normally and she is upright and hopefully not having any pressure spots! This is lovely in so many ways!

sweet :’)

Buka Folder Lama :)

18 April 2014

telah lama kupendam perasaan itu, menunggu hatimu menyambut diriku..”

Ini potongan lagu cinta dalam hati. Sempet diputar dua kali selama perjalanan pulang karawang-jatinangor kemarin. Bikin galau ya? Aku sih NO!

Ah, tapi lagu ini memang banyak kenangannya. Bikin otak saya buka folder-folder ababilnya lamanya. Cerita-cerita lugu saya dulu tiba-tiba lompat-lompat seenaknya aja waktu lagu ini diputer, haha..

Pernahkah kalian lewat masa ababil kaya gini? SMA, suka sama orang, lama, full 3 tahun, ngga pernah diungkapin, jarang interaksi dan ngga pernah sekelas tapi tetep suka, pernah nangis gara-gara ngga ngerti harus ngapain lagi, nolak orang-orang yang “datang” dengan alasan masih suka sama yang satu ini, seneng bukan main kalau ada sms masuk dari orang ini, dengan lugunya ikut ekstrakulikuler dengan alasan orang ini ada di ekstrakulikuler yang sama, pernah begitu senang dan hebohnya karena orang ini manggil saya untuk pertama kalinya dengan panggilan “bila”, jadi semacam stalker di media sosial yang orang ini punya, ke kelas orang ini hampir di tiap jam istirahat hanya karena “pingin liat”, memaksakan diri suka sama klub bola kesukaan orang ini, maksain lagi untuk suka sama lagu-lagu yang orang ini suka, cari tau info-info orang ini lewat informan a.k.a. mata-mata saya dikelasnya, cemburu waktu orang ini deket sama orang lain, sering berwacana akan move on tapi selalu gagal dan berlanjut sampai lulus SMA. Nangis sampe bikin videoclip, duduk deket jendela liat keluar lalu ambil silet dan menyayat nadi sendiri. Oke stop! videoclip dan sayat nadi itu alay ngga pernah saya lakuin. Ah baiklah, kalau harus semua ditulis, mungkin tumblr saya isinya penuh sama orang ini. Intinya, saya pernah ababil dan tiba-tiba kembali ingat perjalanan ababil saya di mobil menuju jatinangor kemarin. Lalu pada akhirnya, entah kenapa setelah lagu ini selesai, saya tanya sama diri saya sendiri, kenapa bisa se-ekstrim itu dulu? Pertanyaan yang ngga ada jawabannya.., dan ngga akan pernah saya cari jawabannya. Intinya? Cerita ababil ini sudah selesai. Sudah tertulis “end” di lembar terakhir bukunya.

Bersyukur pernah punya kisah seperti ini sebenarnya, karena lewat kisah ini juga saya jadi saya yang sekarang, dengan pemahaman “suka” yang jauh lebih baik. Bahkan, kisah ini ikut ambil andil besar dalam perubahan saya menuju kebaikan. Entahlah, kalaulah saya berhenti melanjutkan kisah ini dulu, mungkin saya takkan pernah ada dalam lingkaran kebaikan ini. Takkan ada Nabil yang sekarang. Ah, Allah memang Director kehidupan yang maha hebat skenarionya.

terakhir, untuk sang folder lama.. 

Apa kabar? :)

Reblogged from pixelmint  1,627 notes
  • Atheist:

    Can your Lord fit the entire universe into an egg without making the egg any bigger and the universe any smaller?

  • Muslim:

    I would like you to look at the sky, and at that bird in the sky, and at that tree, and at all those people who have gathered around us and now look at me.

  • Atheist:

    I see them all.

  • Muslim:

    If Allah can fit all of those things inside the tiny pupil of your eye, do you think that he cannot fit the universe into an egg?

Lagu kesukaan :)

Taylor Swift - Never grow up

bikin kangen ummi~

  • Track: Never Grow Up
  • Artist: Taylor Swift
  • Album: Speak Now (Deluxe Edition)
  • Plays: 8

malam ini kita pantas dimarahi

untuk sebuah aturan yang telah kita salahi

ah kita hanya ingin saling melempar senyum

senyum yang akan semua orang ingat sampai pagi datang

yaa.. walaupun kita tau, ini negeri yang akan kita tinggalkan sebentar lagi

— Untuk kita yang kadang berprilaku bodoh